BERITA BOLA

Dilema Tawaran Klub China Di Mata Thomas Muller

Bintang Bayern Munich, Thomas Muller, belum lama ini mengungkap opininya tentang pengaruh liga Super China yang saat ini memiliki kekuatan finansial mumpuni sehingga mampu menarik minat para pemain top Eropa. Muller mengatakan bahwa ini merupakan era yang ‘gila’ untuk dunia sepakbola.

Beberapa tahun belakangan, Liga Super China berhasil mendobrak hegemoni ranah sepakbola dan menggoda beberapa pemain kelas dunia untuk merumput di sana dengan iming-iming gaji yang teramat besar jumlahnya. Sejumlah nama seperti Jackson Martinez, Hulk hingga Oscar diketahui bermain di liga negeri Tirai Bambu tersebut. Hal inilah yang ‘menyentil’ pemikiran Thomas Muller sehingga ia mengeluarkan pandangannya terhadap fenomena tersebut.

“Merupakan posisi yang sulit untuk kami, para pemain, karena pertama-tama; bermain sepakbola adalah profesi kami” papar Muller kepada Goal. “Jadi kami memperoleh uang dari hal itu, tapi anda juga harus berpikir bahwa kompetisi terbaik ada di Eropa. Anda harus membuat keputusan” imbuh dia.

“Tapi saya pikir para pemain top yang memiliki pola pikir untuk memenangkan kompetisi setiap musim di level tertinggi, mereka akan tinggal di Eropa dan barulah saat mereka berada di puncak usia dan level yang bagus, mereka bisa pergi ke penjuru dunia dan melihat hal-hal menarik” demikian tanggap Muller mengenai situasi tersebut. “Tapi ini juga memang masa-masa yang gila. Sebagai pemain anda harus bisa mengendalikan situasi ini” simpul pemain yang menyempurnakan peran Raumdeuter tersebut.

Muller sendiri saat ini bisa dibilang tengah berada di usia puncak dalam karir sepakbolanya, dan jelas masih sangat mampu untuk berkompetisi di level utama, terlebih jika melihat koleksi piala di lemarinya. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Muller akan membuka diri untuk menerima tawaran bermain di luar Eropa, entah itu China, atau bisa juga Amerika Serikat, yang saat ini dikenal sebagai tempat menghabiskan masa karir bagi para pemain veteran Benua Biru.

Jadi, mau kemana berikutnya, Mas Muller?

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top