Piala Dunia

Desailly Sebut Griezmann Sebagai Pengganti Zidane

Marcel Desailly memilih Antoine Griezmann sebagai “pemain kunci” di skuad Prancis untuk Piala Dunia tahun ini, menggambarkan pengaruh si pemain dengan apa yang dilakukan Zinedine Zidane.

Griezmann, yang memutuskan bertahan di Atletico Madrid dua hari sebelum laga pembuka Piala Dunia, menjadi kunci permainan Prancis di lini serang yang didukung oleh duo pemain muda seperti Mbappe dan Dembele.

Desailly memberikan pujian untuk striker berusia 27 tahun itu dan mengatakan dia mengharapkan si pemain bisa menunjukkan kualitas seperti yang dilakukan Zidane sepanjang Piala Dunia 1998.

“Saya pikir Didier jelas membicarakannya, Antoine Griezmann adalah pemain kunci dari tim nasional Prancis ini,” kata Desailly kepada Omnisport. “Griezmann adalah pemain kunci dari tim ini, seperti Zidane di masa lalu.

“Saya melihat apa yang dilakukannya dan pengaruhnya sangat besar, mungkin memang benar keduanya berbeda posisi, tapi dampak dalam tim benar-benar menjadi pembeda permainan..

“Saya rasa juga ini bukan hanya tentang pandangan saya, ada banyak yang berpikir seperti itu dan dia bisa membuktikan diri di turnamen kali ini.”

Desailly mengatakan keputusan Deschamps untuk meninggalkan Anthony Martial, Alexandre Lacazette dan Kingsley Coman dari skuad Piala Dunia mungkin didasarkan pada penampilan di Euro 2016, di mana dia merasa mereka tidak memiliki pengalaman dan kontribusi.

Prancis kalah 1-0 dari Portugal di final Euro, tetapi Desailly mengatakan mereka akan mengincar kemenangan dengan penampilan baru di Rusia.

“Martial, Lacazette dan Kingsley Coma, tentu saja itu adalah para pemain dengan banyak kualitas, saya sepakat. Tapi tim ini adalah pilihan Didier. Dia mencoba mereka selama kompetisi Eropa dan dia mungkin menyadari bahwa mereka satu tingkat lebih rendah dari apa yang dia cari, ” Desailly menambahkan.

“Karena filosofinya dan cara dia memilih untuk menggunakan pemain bersama, dia mungkin memutuskan untuk tidak menggunakannya kali ini.

“Tingkat pengalaman bisa menjadi salah satu alasan tetapi mereka bisa memenangkan kompetisi pada tahun 2016. Kami harus tetap bekerja.

“Kami pikir Didier memiliki kelompoknya di akhir Euro. Untuk Piala Dunia ini, dia tidak punya pilihan selain membangun kembali tim untuk mendapatkan kesempatan memenangkannya.”

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top