BERITA BOLA

Dari Trump hingga Putin : Kala Maradona Bicara Politik

Legenda Sepakbola asal Argentina Diego Armando Maradona belum lama ini berada di Rusia untuk menyerahkan trofil Piala Konfederasi kepada pemenang (Jerman, setelah melibas Cili di final). Pada kesempatan tersebut, sang ikon pencetak gol ‘Tangan Tuhan’ diajak berbicara mengenai sejumlah figur politik dunia. Berikut beberapa jawaban yang berhasil dirangkum.

Mengenai Donald Trump :

“Bagi Saya, (Trump) lebih kepada komikal”

“Dia seperti film kartun bagi saya, jika saya bicara politik, setiap kali saya melihatnya di televisi, saya mengganti channel” cetusnya.

Maradona juga berpendapat bahwa Amerika Serikat bukanlah negara superpower lagi saat ini. “Orang tidak boleh lupa tentang Rusia, China dan Korea Utara. Amerika Serikat bukanlah negara ‘pamong praja’ lagi. Kami akan menemukan senjata untuk mengimbangi apa yang mereka punya” ujarnya lugas.

Pria berusia 56 tahun itu juga mengungkap kekuatirannya tentang Trump dan perang. “Saat anda melihat karakter kartun seperti Trump, anda akan berpikir jika ia memasukkan semua ke kepalanya, kita semua bisa jadi musuh”

Mengenai intervensi Amerika Serikat di politik Amerika Selatan :

“Amerika latin tengah merasakan ‘tekanan yang meningkat dari kanan’, Yang saya maksud dengan kanan adalah Amerika Serikat”

“Pihak kanan lebih kuat sekarang dan memiliki lebih banyak uang, mereka bisa membeli banyak hal. Dan saya marah karena hal itu—karena saat berada di bawah presiden (Argentina) sebelumnya, orang-orang setidaknya punya makanan, tapi saat ini di Argentina ada orang-orang yang kelaparan. Itu sangat, sangat menyedihkan. Dan bukan hanya di Argentina, melainkan juga di Brasil” paparnya.

Tentang Vladimir Putin

“Saya pikir setelah (Hugo) Chavez dan Fidel (Castro), Putin, bersama (Daniel) Ortega dan Evo (Morales) mewakili liga top pemimpin politik” beber Maradona mengenai orang nomor satu di Rusia tersebut.

“Putin adalah sosok yang bisa membawa kedamaian bagi banyak orang di dunia ini. Ia adalah fenomena” sanjungnya kemudian.

Baiklah, om..

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top