BERITA BOLA

Dari Britania Ke Mediterania Raya : 11 Pemain Inggris Yang Pernah Berkarir Di Spanyol

Pahlawan Tottenham Hotspur, Harry Kane dan bocah ajaib Manchester United, Marcus Rashford kabarnya tengah diincar duo raksasa La Liga Spanyol, FC Barcelona dan Real Madrid untuk memperkuat skuad mereka. Kendati cukup jarang, namun memang ada saja pebola asal Inggris yang mengadu nasib ke Negeri Matador tersebut. Sebagian cukup sukses, namun ada pula yang gagal total. Siapa sajakah mereka? Berikut Bolazola rangkumkan 11 pemain Britania yang pernah melanglang buana ke Spanyol dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

11. Sammy Lee

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Osasuna (1987 – 1990)

Lebih dikenal sebagai mantan pemain Liverpool, pelatih dan asisten jangka panjang Sam Allerdyce di sejumlah klub, Sammy Lee sempat menjajal peruntungannya di La Liga bersama Osasuna. Disana, pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut hanya bermain di 28 pertandingan selama 3 tahun karena lebih sering berkutat dengan cedera. Bisa dikatakan, kiprahnya di Spanyol bukanlah periode terbaik dalam karirnya; sesungguhnya setelah bermain reguler di Liverpool, karir Sammy Lee merosot drastis dan ia bahkan tak sekalipun mampu mencetak gol selepas meninggalkan Anfield.

 

10. Stan Collymore

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Oviedo (2001)

Dari komoditi striker terpanas Liga Primer Inggris di masa jayanya di Nottingham Forest dan Liverpool, Stan Collymore memutuskan untuk mengakhiri karirnya dengan gaya; bergabung dengan Real Oviedo di tahun 2001. Namun rencana pemain keling tersebut rupanya tak berjalan mulus, di Oviedo, Collymore hanya bermain di tiga pertandingan tanpa mencetak sebiji gol pun dan akhirnya memutuskan untuk pensiun di usia 30 tahun. Kini, ia lebh dikenal sebagai pakar sepakbola, komentator, dan juga pernah mencoba dunia akting di Hollywood lewat perannya di film Basic Instinct 2 bersama Sharon Stone.

 

9. Jermaine Pennant

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Zaragoza (2009 – 2010)

Dikenal sebagai salah satu prospek Inggris tercerah kala membela Arsenal, karir Jermaine Pennant lebih banyak turun ketimbang naik setelah melanglang buana. Salah satu faktor penyebabnya adalah wataknya yang badung dan gemar membangkang. Kala membela Zaragoza, satu-satunya momen yang paling diingat oleh publik adalah saat ia menelantarkan mobil Porsche miliknya di stasiun kereta api kota selama lima bulan tanpa membayar denda parkir. Ia akhirnya meninggalkan Spanyol setelah dikenai sangsi indisiplin karena kerap datang terlambat ke tempat latihan.

 

8. Jonathan Woodgate

Klub Spanyol yang dibela / Periode (2004 – 2007)

Kepindahan Jonathan Woodgate ke Santiago Bernabeu cukup mencengangkan banyak pihak kala itu, namun pada akhirnya dimafhumi karena kiprahnya yang memang gemilang di Inggris bersama Leeds United dan kemudian Newcastle. Tapi yang terjadi berikutnya betul-betul mencoreng nama Woodgate dan juga Inggris secara keseluruhan. Di musim pertamanya, Woodgate harus absen sepanjang musim karena langsung berkutat dengan cedera, dan saat menjalani debut, ia mencetak gol bunuh diri dan terkena kartu merah. Tahun 2006, ia dipinjamkan ke Middlesbrough dan dijual secara permanen setahun kemudian.

 

7. Michael Owen

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Madrid / 2004 – 2005

Meski namanya sudah sangat besar di ranah Inggris, nyatanya Michael Owen harus menerima kenyataan dibeli sebagai pemain pelapis di Real Madrid. Salah satu kontribusi paling tinggi yang diberikan sang striker adalah kala ia mencetak gol keempat Madrid ke gawang Barcelona di derby bergengsi El Clasico yang akhirnya dimenangkan Los Blancos dengan skor 4-2. Owen hanya setahun berkarir di Spanyol dan kemudian ‘dipulangkan’ kembali ke Inggris oleh Newcastle United, yang mendatangkannya dengan nilai transfer rekor sebesar 16,8 juta poundsterling.

 

6. Dalian Atkinson

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Sociedad / 1990-1991

Setelah mencetak Gol Terbaik Liga Inggris di klub yang membesarkan namanya, Aston Villa, Dalian Atkinson memutuskan sudah saatnya bagi dia untuk melebarkab sayap ke belahan Eropa lain. Ia pun mendarat di klub Spanyol, Real Sociedad. Atkinson membayar lunas banderol 1,7 juta pounds yang dikeluarkan Sociedad untuk mendatangkannya dengan gelontoran 12 gol dari 29 penampilan selama semusim. Cukup mengesankan!

 

5. Laurie Cunningham

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Madrid (1979 – 1984), Sporting Gijon (pinjaman, 1983-1984), Rayo Vallecano (1986 – 1987 & 1988 – 1989)

Nama yang paling sering membela klub La Liga semasa karirnya, Laurie Cunningham sebetulnya bisa dibilang cukup sukses di Inggris. Ia adalah bagian dari trio ‘Tiga Derajat’ bersama Cyrille Regis dan Brendon Batson. Klub Spanyol pertama yang membelinya di periode akhir 70’an. Di musim pertamanya, Cunningham tampil impresif di sisi kanan penyerangan Madrid dan mencetak 13 gol dari 44 laga. Kemudian ia dipinjamkan ke Sporting Gijon dan dijual secara permanen setelah 3 musim mengabdi di Santiago Bernabeu. Rayo Vallecano menjadi klub terakhir yang dibela Cunningham sepanjang karir dan hidupnya, sebelum kecelakaan mobil tragis merenggut nyawa di  jebolan akademi Manchester United itu di musim panas tahun 1989.

 

4. Vinny Samways

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Las Palmas (1996 – 2002), Sevilla (2002 – 2003)

Selepas memenangkan FA Cup bersama klub masa kecilnya, Tottenham Hotspur di tahun 1991, Vinny Samways hijrah ke ranah Spanyol untuk membela Las Palmas. Di klub asal Pulau Canary itu, kiprahnya bisa dibilang gemilang. Samways didapuk sebagai kapten dan menjadi pengawal lini tengah klub tersebut di 160 pertandingan. Selepas Las Palmas, Samways masih menjajal peruntungannya di La Liga bersama Sevilla, namun sayang, era kejayaannya telah berakhir dan ia pun hanya bermain sebanyak 10 kali untuk klub tersebut sebelum pulang kembali ke Inggris untuk memperkuat Walsall.

 

3. Steve McManaman

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Madrid (1999 – 2003)

Moncer di Liverpool, Steve McManaman pun tak kuasa menolak pinangan raksasa Spanyol Real Madrid tepat menyongsong abad milenium. Sayap kiri eksplosif itu berhasil menandai tahun debutnya dengan sebuah gol ke gawang Valencia di final Liga Champion. Sayangnya, McManaman gagal mengulangi performa gentas tersebut di tahun-tahun berikutnya dan perlahan mulai tersisih, terlebih saat Madrid mulai menjalankan proyek ambisius Los Galacticos mereka yang tersohor itu. Ia pun kembali ke Inggris dan bergabung ke Manchester City di tahun 2003 dengan status bebas transfer.

 

2. Gary Lineker

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Barcelona (1986 – 1989)

Ketajaman Gary Lineker di Everton kala mencetak 38 gol di musim 1986 / 1987 dan juga meraih gelar Golden Boot (pencetak gol terbanyak) Piala Dunia 1986 membuat Barcelona kepincut dan tak pikir panjang untuk mendapatkan jasanya. Di dua musim perdananya di Catalan, Lineker membuat dampak positif dengan menorehkan total 41 gol, namun saat pelatih Barca yang juga asal Inggris, Terry Venables didepak dari posisinya dan digantikan Johan Cyruff, Lineker acapkali dimainkan tidak di posisi terbaiknya sehingga kontribusinya berkurang. Ia pun frustasi dan meninggalkan Bernabeu di akhir musim 1989 / 1990.

 

1. David Beckham

Klub Spanyol yang dibela / Periode : Real Madrid (2003 – 2007)

Mungkin bisq disebut sebagai nama tersukses (dan terbesar) di daftar ini, David Beckham didatangkan di puncak era Galacticos Real Madrid, bergabung dengan para legenda lain seperti Zinedine Zidane, Luiz Ronaldo dan Luis Figo. Terlepas dari kontroversi desas desus penyebab kepindahannya yang melibatkan percekcokan dengan Sir Alex Ferguson, Beckham tampil cemerlang di klub ibukota Spanyol tersebut. Beckham berhasil mempersembahkan trofi La Liga tahun 2006 / 2007 sebelum akhirnya bergabung dengan klub Amerika Serikat La Galaxy di tahun 2007.

 

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top