BERITA BOLA

Crystal Palace Berjuang Di Tingkatan Yang Tidak Bisa Mereka Atasi

Roy Hodgson memilih sebuah analogi tinju untuk menggambarkan pukulan terakhir timnya ketika melawan Manchester United. Mau tak mau harus mengundang pengamatan bahwa dalam perturangan di atas ring, wasit akan menghentikan pertarungan jika kontestannya tidak seimbang.

“Saya tidak ingin mengkritik pemain saya dengan cara apapun tapi kami membawa beberapa pukulan ke dagu,” kata manajer Crystal Palace tersebut, karena timnya tetap bertahan tanpa menciptakan sebuauh gol atau kemenangan. “Kami tanpa Zaha, Benteke dan Loftus-Cheek dan kami kehilangan Scott Dann sehari sebelum pertandingan. Kami bermain dengan pemain sayap dari Wolves yang diposisikan di ujung tombak.”

“Dengan menambahkan semua hal itu secara bersama-sama dan kami harus menerima bahwa kami adalah petinju yang bertarung di kelas berat yang saat ini tidak mampu untuk mereka tangani. Kami mengambil pukulan dan tersingkir, tapi kami berusaha utnuk merespons dan tidak terjerembab diatas kanvas.”

Hodgson mengatakan bahwa dia menganggap Palace melepaskan diri mereka diantara gol-gol United. Meskipun dirinya telah mengamati bahwa dirinya tidak haris bermain melawan tim-tim papan atas disetiap minggu, bahkan jika Chelsea menunggu setelah internasional break.

“Kami berada dalam situasi sulit, tapi setidaknya kami tahu kami tidak akan barus bermain sebanyak 38 pertandingan melawan City dan United,” katanya. “Jika kami bisa menghentukan para pemain dengan keraguan mereka yang terlalu banyak,makan siapa tahu, kami mungkin akan kembali melihat mantra mengerikan ini dan mengatakan bahwa hal itu membantu kami membangun karakter bertahan di liga. Pelajaran yang kami pelajari saat ini bisa membuat kami mendapatkan manfaat lebih dari musim ini.”

Selanjutnya adalah Chelsea di Selhurst Park dalam waktu dua minggu. Di sini Palace dihempaskan oleh Marouane Fellaini, seorang pemain yang menikmati kehidupan di bawah Jose Mourinho setelah mengalami masa sulit sejak bergabung dengan United dari Everton. “Beberapa pemain tampil lebih baik untuk manajer yang berbeda,” kata Mourinho. “Semua manajer memiliki preferensi mereka sendiri dan saya pikir Marouane memiliki kualitas penting, yang dapat saya gunakan untuk membantu tim.”

“Saya bisa memainkannya sebagai gelandang bertahan atau sebagai penyerang kedua, dan itu tidak biasa. Dia adalah pemain hebat dan karakter hebat. Saya pikir hanyak karakter yang kuat seperti yang bisa bertahan dari kesulitan yang dia hadapi di sini, ketika orang tidak mengenali kualitasnya,” pungkas Mourinho.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top