BERITA BOLA

Christian Pulisic Yang Kian Memikat

Bintang muda Dortmund asal Amerika Serikat, Cristian Pulisic, semakin memancarkan sinar terangnya  di kancah Eropa. Setelah sukses mengobrak-abrik raksasa Portugal Benfica di ajang 16 besar Liga Champion beberapa waktu silam, penyerang muda itu kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak gol pembuka kemenangan timnya  saat menghadapi Eintracht Frankfurt di Bundesliga.

Sejak masih berusia belia, Pulisic sudah mengundang decak kagum saat bermain sepakbola di kota kelahirannya, Pennsylvania. Ia diramalkan akan menjadi seorang pemain besar kelak, dan kini saat usianya belum genap 20 tahun, ramalan tersebut telah terbukti tepat.

Pelatih timnas Amerika U-20, Tab Ramos, mengingat saat ia pertama kali melihat Pulisic tengah ‘menghabisi’ lawan-lawan yang lebih tua dan berpostur jauh lebih besar darinya di akademi DC United. “Ia adalah pemain terkecil di lapangan (saat itu), namun ia berpikir dengan kecepatan berbeda dari yang lainnya. Sentuhannya sangat mudah, dan dia membintangi pertunjukan di lapangan.” beber Ramos. “Dia terlihat sangat mungil, nyaris rapuh, seperti seseorang siap menyakitinya kapan saja, kemudian anda menyadari bahwa ia tidak akan kesakitan karena tidak ada yang bisa menyentuhnya, dan itu bukan karena ia memiliki kecepatan kilat, melainkan karena ia bisa membaca permainan dengan sangat baik. Tidak ada yang bisa menendangnya karena tidak ada yang berpikir secepat dia” beber Ramos memberikan analisa.

Enam tahun setelahnya, sang bocah mungil ajaib telah menjelma menjadi salah satu pemain sepakbola remaja terbaik di dunia. Di level tim nasional, Pulisic telah bermain lima kali berturut-turut untuk Amerika Serikat dan membantu tim negara Paman Sam tersebut mengamankan empat poin krusial, termasuk aksi luar biasanya kala Amerika mencukur Honduras 6-0. Pulisic mencetak satu gol dan memberikan 3 assist dalam laga tersebut. Sementara di Dortmund, klub yang baru dibelanya di awal musim ini, Pulisic kerap menjadi pilihan utama pelatih Thomas Tuchel sebagai penyisir sayap, dan kerap kali ia pun membalas kepercayaan tersebut dengan penampilan baik, termasuk kala membantu tim Jerman tersebut melewati hadangan Benfica, dimana Pulisic mencetak satu gol indah sebagai pemain pengganti.

“Menurut saya, pemain ‘bertipe-Messi’ nyaris tinggal di dimensi lain, dimana permainan berjalan lebih lambat bagi mereka, dan Christian (Pulisic) ada di level tersebut” ujar Ramos. “Ia bukan hanya pemain Amerika Serikat yang bagus, namun juga memiliki talenta untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia di masa mendatang” pungkasnya.

Tentu masih ada kekuatiran bahwa Pulisic akan mengalami ‘sindrom Freddy Adu’ dan lenyap alih-alih mampu berlaga di kompetisi tertinggi. Namun, melihat kiprahnya saat ini, besar kemungkinan Pulisic akan terus mengorbit dan bersinar, selama ia terus berlatih keras dan memberikan yang terbaik di lapangan serta tidak terlalu menghiraukan puja dan puji media yang  bagaikan pedang bermata dua bagi karir seorang pesepakbola muda.

Mampukah Cristian Pulisic menjawab segenap harapan Amerika Serikat akan kehadiran seorang pemain berkelas dunia? Hanya waktu yang akan membuktikannya

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top