BERITA BOLA

Buffon dan Gelar UCL yang Tak Berjodoh

Gelaran UEFA Champions League musim 2016/2017 sudah selesai. Real Madrid berhasil meraih gelar ke 12 sekaligus mempertahankan apa yang diraihnya di tahun lalu. Tim berjuluk Los Galacticos ini mengubur impian Juventus untuk mengangkat trofi. Dalam pertandingan yang digelar di Kota Cardiff, El Real menaklukkan Si Nyonya Tua dengan skor meyakinkan 4-1.

Sepasang gol dari CR7, ditambah sumbangan Casemiro dan Asensio hanya mampu dibalas sekali oleh Mario Mandzukic. 4 kali Buffon harus memungut bola dari gawangnya. Hal yang aneh, mengingat sebelum final Juventus hanya kebobolan 3 kali. Ketajaman lini serang El Real tak mampu dihadang oleh lini belakang Juve yang terbilang tangguh.

Keberhasilan Madrid meraih gelar juara dapat juga dimaknai sebagai kegagalan Gianluigi Buffon untuk merasakan nikmatnya merengkuh trofi UCL. Ya, sepanjang karirnya kiper yang sudah berumur ini 3 kali masuk babak final UCL bersama Juventus. Akan tetapi dalam 3 kesempatan tersebut, semuanya gagal dan Juventus harus puas menjadi runner up. Terakhir kali Jve menjadi jawara Eropa di musim 1995/1996 saat Buffon masih memperkuat Parma.

Sebagai pemain kawakan, Buffon sudah merasakan berbagai gelar. Di Liga domestik ia berkali-kali mengangkat trofi. Bersama timnas Italia, Buffon juga menjadi bagian dari keberhasilan Gli Azzuri menjadi jawara dunia di tahun 2006. Ketiadaan trofi UEFA Champions League membuat prestasi Buffon tak lengkap.

Datang ke Turin pada awal milenium, Buffon memecahken rekor sebagai kiper termahal dunia. Tak salah memang karena ia dikenal sebagai kiper tangguh kala membela Parma. Di musim 2002/2003 Buffon membawa Juventus ke final UCL dan bertemu AC Milan. Dalam pertandingan yang digelar di Old Trafford ini, Milan berhasil memupuskan impian Juventus ketika memenangi laga dengan adu penalti.2 musim lalu Juventus juga memasuki babak final. Akan tetapi mereka ditaklukkan Barcelona dengan skor 3-1. Pada kesempatan terakhir, Juve juga kandas dari Real Madrid.

Sepakbola selalu penuh dengan misteri. Tak ada yang bakal tahu tentang apa yang terjadi di musim depan. Begitu pula dengan Buffon. Di penghujung karirnya, apakah ia dapat bersanding dengan trofi UCL? Hanya waktu yang dapat menjawabnya.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top