BERITA BOLA

Buang-Buang Peluang, Indonesia Diimbangi Puerto Rico 0-0

Tak kalah dengan negara tetangga, timnas Indonesia juga menggelar laga uji coba menghadapi salah satu tim Amerika Latin, Puerto Rico. Kendati memperoleh banyak peluang, namun penyelesaian akhir yang buruk oleh para Garuda Muda membuat laga harus berkesudahan dengan skor kacamata.

Dihelat di Stadiun Maguwoharjo, Sleman, Luis Milla menurunkan sebagian besar punggawa muda U22 yang akan berlaga di SEA GAMES mendatang, dengan beberapa pemain senior seperti Irfan Bachdim, Stefano Lilipaly dan Kurnia Meiga. Organisasi permainan timnas mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam laga tersebut. Kombinasi umpan pendek dan panjang yang diperagakan para Garuda serta ketenangan barisan belakang membuat Puerto Rico cukup kerepotan.

Di babak pertama, Indonesia memperoleh dua peluang emas beruntun kala tendangan bebas Lilipaly dapat diblok oleh kiper Puerto Rico Codi Laurendi. Bola kemudian memantul ke arah Gavin Kwan Adsit yang berdiri bebas, namun sayang sepakan pemain muda blasteran Amerika itu masih melambung jauh. Kondisi ini pun kerap berulang, terutama di babak kedua. Belum satu menit berjalan setelah turun minum, Rizaldi Hehanusa berhasil mengirim umpan silang datar ke kaki Bachdim, namun sayang sepakan pemain keturunan Belanda itu masih melebar di samping gawang. Puerto Rico pun bukan tanpa taji, beberapa kali mereka mampu mengancam gawang Indonesia lewat pemain muda Jorge Rivera dan striker veteran Hector Ramos, namun kesigapan Kurnia Meiga membuat peluang mereka mentah. Meiga pun akhirnya memberi jalan kepada pemain muda Satria Tama di pertengahan babak kedua.

Aksi pemain pengganti Yabes Roni juga sempat membuat Indonesia mendapat angin, namun berulang kali pemain lain gagal menuntaskan peluang di depan gawang. Kedudukan 0-0 pun bertahan hingga peluit akhir berbunyi nyaring.

Namun dilihat dari segi pola permainan, Indonesia mengalami peningkatan yang bisa dibilang signifikan. Fachrudin kembali membuktikan diri sebagai salah satu bek terbaik yang dimiliki timnas dengan kemampuan membaca permainan yang cukup baik. Dua bek sayap muda Gavin Kwan dan Rizaldi pun menunjukkan kualitas permainan sepakbola modern yang taktis dan tak kenal lelah. Di lini depan, Yabes Roni mulai bisa diandalkan sebagai sayap handal untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. PR utama Luis Milla adalah memoles penyelesaian akhir para punggawa Garuda di kotak penalti dan hadapan gawang. Jika itu berhasil dilakukan, niscaya Indonesia akan dapat berbicara lebih banyak di ajang internasional. Akhirnya!

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top