BERITA BOLA

Apesnya Nasib David Moyes

Jika kita mendaku sebagai penggemar Liga Inggris, rasanya ita tak akan asing dengan nama ini. Ya, pria bernama lengkap David William Moyes ini kerap menghiasi pemberitaan. Tak heran, karena ia telah menjadi manajer sejak awal milenium. Akan tetapi karir manajerialnya boleh dikatakan sedang terpuruk.

Lahir di Skotlandia 54 tahun silam, Moyes adalah seorang pemain sebelum berkarir menjadi manajer. Posisinya adalah bek tengah. Karirnya sebagian besar habis di klub yang tergolong medioker. Sebutlah nama-nama seperti Cambridge United, Bristol City, Shrewsbury, Dunfermline A, Hamilton, hingga Preston North End. Hanya Celtic klub besar yang pernah ia bela. Itupun hanya hanya 2 tahun, yakni pada 1983-1985.

Tak bersinar mengolah kulit bundar, Moyes mencoba peruntungan menjadi juru taktikal. Karirnya dimulai di Preston North End pada musim 97/98. Beberapa tahun menukangi Preston, Moyes hijrah ke Everton pada 14 Maret 2002. Di klub asal Marseyside inilah namanya mulai terdengar. Bersama Everton, Moyes memang tak mempersembahkan gelar apapun. Namun The Toffees dibuatnya menjadi klub yang mampu bersaing di Premier League. Jika musim berakhir, Everton menjadi langganan papan tengah.

Karir Moyes semaikin moncer saat ia ditunjuk sebagai pengganti Sir Alex Ferguson menjadi manajer MU di tahun 2013. Kala itu, ia diikat 6 musim untuk mengarsiteki Setan Merah. Debut resminya bersama MU berakhir manis. Ia mempersembahkan gelar Community Shield. Akan tetapi, setelah itu jalan cerita berubah. Belum genap satu musim Moyes melatih, ia didepak MU. Penampilan buruk MU membuat kerjasama mereka berakhir pada 22 April 2014. Ia mendapat pesangon 5 juta pounds sebagai buah pemecatannya.

Beberapa bulan menganggur, Moyes kembali ke mendapat pekerjaan. Kali ini ia hijrah ke Spanyol saat memoles Real Sociedad. Akan tetapi kebersamaan Moyes dengan tim ini juga tak awet. Mulai menukangi Sociedad pada November 2014, Moyes dipecat setahun setelahnya. Lagi-lagi ia menganggur.

Awal musim ini ia ditunjuk sebagai pelatih Sunderland. Namun hasil yang didapat sungguh mengecewakan. Di akhir pekan 34, Sunderland dipastikan turun kasta ke Championship. Mereka cuma mampu meraih 5 kemenangan saja. Produktivitas tim ini juga rendah. The Black Cats hanya dapat mencetak 26 gol. Masa depannya bersama Sunderland mulai dipertanyakan.

Ibarat nasib, Moyes sedang ketiban apes. Ia mengalami titik paling rendah dalam perjalanan karirnya. Patut ditunggu apakah ia dapat bangkit, atau malah makin terpuruk.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top