BERITA BOLA

Antara Profit dan Politik : Esteban Cambiasso Buka-Bukaan Mengenai Kegagalannya Di Real Madrid

Mantan gelandang tengah Argentina, Esteban Cambiasso, belum lama ini angkat suara mengenai masa lalunya yang ‘kelam’ di Real Madrid dan mengapa ia gagal menunjukkan yang terbaik di salah satu (dari dua) klub terbesar di Spanyol tersebut.

Semasa karirnya, Cambiasso diketahui pernah dua kali membela Madrid, yakni di tim senior dan di Madrid B saat berusia remaja. Setelah kembali ke Madrid di tahun 2002 sebagai pemain skuad inti, Cambiasso memang turut mengumpulkan sejumlah gelar prestisius selama dua tahun merumput di Bernabue, namun pada akhirnya, ia hengkang dan menjadi salah satu pemain terbaik di Serie-A bersamaInternazionale Milan. Cambiasso pun menuturkan bahwa politik Madrid lah yang menghambatnya untuk menahbiskan diri di kesebelasan inti tim tersebut.

“Saya diberikan kesempatan kembali ke Argentina setelah dua tahun di Madrid B karena saya membutuhkan lebih banyak persaingan” ujar Cambiasso membuka pembicaraan seperti dilansir harian Marca. “Setelah berada di tim utama, politiknya saat itu berarti sebagian besar skuad diisi antara pemain binaan akademi dan galacticos (pemain megabintang yang dibeli Madrid, dan saya bukan bagian dari salah satupun” papar pemain yang juga pernah membela Leicester City tersebut.

“Tidak ada kelanjutan untuk karakteristik saya (di tim senior Madrid) dan saya menarik perhatian dengan lebih sering absen ketimbang beraksi di lapangan. Saya mengerti sepenuhnya kenapa saya pergi; saya bukanlah bagian dari model ekonomi dan olahraga klub. Klub tidak bisa menampung 6-7 pemain bergaji termahal di dunia, dan beberapa diantaranta mesti hengkang” imbuhnya kemudian.

Keputusan Cambiasso untuk tak melanjutkan karir di Bernabeu rupanya sangat tepat. Di Inter, ia menjelma menjadi sosok dinamo yang tak tergantikan di lini tengah hingga akhirnya mampu membawa klub berjuluk Nerrazurri tersebut meraih gelar treble yang legendaris di musim 2010 / 2011 di bawah asuhan Jose “Special One” Mourinho.

“Saya merasa lebih baik di Inter di banyak hal. Mengetahui di belakang saya dilindungi seseorang seperti (Walter) Samuel, saya merasa percaya diri. Untuk bersama dengan (Javier) Zanetti, yang bisa mengerti saya hanya dengan melihat..” kenangnya.

“Ada banyak kewarganegaraan di tim itu (Inter), banyak yang juga dibuang oleh klub lamanya, tapi kami semua menjadi sangat dekat. Di Eropa, kami ingin melakukan lonjakan, dan kami memiliki pelatih yang sangat ambisius.”

“Kami merasa tak terkalahkan bahkan di saat kami tidak (seperti itu)” pungkasnya.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top