Categorized

Antara Ada Dan Tiada : 10 Pemain Yang (Rupanya) Masih Merumput Di Liga Inggris

Sepakbola adalah dunia yang kejam dan dapat merubah peruntungan pelakonnya dalam sekejap mata. Dielu-elukan di satu-dua musim pertama tidak menjamin kelangsungan karirmu akan baik-baik saja hingga gantung sepatu. Bisa saja dirimu masih tetap berada di klub yang mengangkat namamu, tapi tak kunjung lagi dilirik oleh pelatih dan ‘menua’ di bangku cadangan. Berikut kami jabarkan 10 dari pemain bernasib malang tersebut. Mungkin pembaca masih ingat beberapa diantaranya?

10. Lazar Markovic (Liverpool)

Saat berhasil menjual Luis Suarez ke Barcelona di tahun 2014 silam, Liverpool segera memanfaatkan dana ratusan juta Pounds dari hasil transaksi tersebut untuk mendatangkan sejumlah punggawa muda potensial, salah satunya Lazar Markovic. Dipinang dengan mahar 20 juta Pounds, Markovic pada perkembangannya ‘hanya’ mampu mencetak 3 gol dari 34 penampilan dan akhirnya dipinjamkan ke sejumlah klub; diantaranya Fenerbahce, Sporting CP hingga Hull City. Sayangnya, bukannya menunjukkan peningkatan kemampuan, Markovic malah kerap sulit menembus tim inti klub-klub di atas. Musim ini, Markovic (terpaksa) harus bertahan di Liverpool karena The Reds tak menemukan klub yang cocok untuk meminjamkannya. Ia belum dimainkan satu kali pun sejauh ini oleh pelatih Jurgen Klopp. Ouch..

 

9. Angel Rangel (Swansea)

Bek kanan asal Spanyol ini merupakan pahlawan Swansea sejak masih berlaga di League One (Divisi 3), hingga akhirnya menjadi kontestan reguler di Liga Primer Inggris hingga saat ini. Sayangnya, belakangan posisi Rangel tersisih oleh pemain muda Kyle Naughton yang semakin matang dari musim ke musim, dan meskipun menyandang peran sebagai kapten, Rangel baru dimainkan tiga kali sepanjang musim ini; dua di antaranya pun dari bangku cadangan. Di usia yang sudah melewati kepala tiga, agaknya Rangel harus mulai betul-betul mempertimbangkan untuk mengakhiri karirnya, setidaknya sebagai pemain Liga Primer Inggris.

 

8. Jerome Sinclair (Watford)

Jebolan akademi Liverpool ini memutuskan untuk meninggalkan Anfield demi mencari jam terbang reguler di tim utama. Tapi saat ini di Watford, agaknya niat Sinclair malah terhambat. Di usia yang kini telah menginjak 21 tahun, ia baru mencetak sebiji gol musim lalu dan langsung dipinjamkan ke Birmingham di paruh kedua musim. Lalu apakah peminjaman tersebut berhasil mengangkat performa Sinclair? Nampaknya tidak. Di Watford, ia baru bermain tiga kali dengan total durasi 28 menit saja sejauh ini, dan bukan tidak mungkin akan kembali dipinjamkan ke tim papan bawah dengan harapan agar ia bisa berkembang lebih cepat lagi.

 

7. Dean Whithead (Huddersfield)

Bagi publik pendukung Sunderland, nama Dean Whithead seharusnya sudah tidak asing lagi. Di lima musim perdananya di sana, Whithead membantu klub tersebut promosi ke Liga Primer Inggris dua kali! Tentu bukanlah prestasi yang buruk, mengingat selama ini memang The Black Cats dikenal sebagai tim yo-yo yang gemar naik-turun kasta. Setelah Sunderland, Whithead pun meneruskan karirnya bersama Stoke City dan cukup sukses dengan mengumpulkan total 160 penampilan. Kini di usia 35 tahun, Whithead menghabiskan sisa masa kejayaannya di Huddersfield. Namun pelatih David Wagner jelas hanya memanfaatkan keberadaannya untuk menambal kekosongan yang (jarang terjadi) di tim utama. Sejauh ini, Whithead baru bermain tiga kali sebagai pengganti di klub berjuluk The Terriers tersebut.

 

6. Jordon Mutch (Crystal Palace)

Menjalani debut Liga Primernya dengan gemilang bersama Cardiff City beberapa musim silam, Jordon Mutch mencetak 7 gol dari 35 penampilan sebelum akhirnya pindah ke Crystal Palace setelah ‘transit’ sejenak di QPR. Sayangnya di musim 2015 / 2016, Mutch gagal membalas kepercayaan pelatih Palace kala itu, Alan Pardew, dan nyaris tidak memberikan kontribusi dalam permainannya. Musim lalu, Mutch dipinjamkan ke Reading, dan saat ini masih belum jua diturunkan dalam pertandingan resmi Palace kendati klub berjuluk The Eagles tersebut tengah mengalami krisis cedera yang menimpa sebagian besar punggawanya.

 

5. Stuart Taylor (Southampton)

Nama yang kerap muncul tapi tak pernah benar-benar diingat; demikianlah bisa dijabarkan mengenai karir sepakbola profesional seorang Stuart Taylor. Sejak bergabung dengan Arsenal di tahun 1995 silam hingga saat ini, 12 klub berbeda setelahnya, Stuart baru total bermain sebanyak 95 kali! Beberapa musim terakhir, Taylor, yang telah berusia 37 tahun, bahkan lebih dikenal sebagai cadangan ketiga di Soton; berada di bawah Alex McCarthy dan Fraser Forster. (Dan rasanya kita tidak pernah mendengarnya mengeluh soal ‘minimnya jam bermain’ kepada media sama sekali, kan? Hebat!)

 

4. Anders Lindegaard (Burnley)

Jika anda adalah fans Manchester United, mungkin anda termasuk salah satu yang bergairah ketika Lindegaard pertama kali didatangkan klub tersebut dengan embel-embel ‘titisan Kasper Schmeichel’ karena persamaan postur dan negara asal dengan kiper legendaris berjuluk ‘The Great Dane’ tersebut. Sayangnya, Lindegaard hadir bersamaan dengan seorang bocah kurus sarat talenta asal negeri Matador, David De Gea. Alhasil, seperti yang kita ketahui bersama, De Gea tumbuh (secara harafiah) menjadi salah satu kiper terbaik dunia saat ini, sementara Lindegaard perlahan tersingkir dalam sunyi dan hengkang ke sejumlah klub semenjana; diantaranya West Brom dan Preston North End. Tak cukup sukses di dua klub tersebut, Lindegaard tak menyerah dan (rupanya) masih bertahan di Liga Primer Inggris bersama Burnley. Cederanya Tom Heaton mungkin sempat membuat Lindegaard optimis akan dapat bermain reguler kembali, namun lagi-lagi niatnya tersebut harus terhalang oleh kemunculan pemuda ‘ajaib’ lainnya bernama Nick Pope, yang saat ini bahkan telah menggeser Heaton dari posisi di tim utama. Ah, malang nian nasibmu, kawan..

 

3. Abdurrahman Baba (Chelsea)

Salah satu dari (banyak) pembelian Chelsea yang masuk kategori ‘patut dipertanyakan’, musim debut Rahman Baba di London sesungguhnya tidak buruk-buruk amat. Ia bermain total 15 kali di musim 2014 / 2015, momen dimana Chelsea secara mengejutkan hanya mampu mengakhiri kompetisi di peringkat 10 setelah sebelumnya merengkuh gelar juara. Musim lalu, Baba dipinjamkan ke Schalke 04, namun performanya masih belum mampu meyakinkan Antonio Conte untuk menurunkannya musim ini. Melihat makin gentasnya performa bek sayap serbabisa Marcos Alonso, kecil kemungkinan untuk melihat pemuda asal Ghana itu akan dimainkan sekalipun hingga akhir musim nanti. Mungkin pindah saja di bulan Januari ini, bro?

 

2. Stephen Ireland (Stoke City)

Satu dekade silam, Stephen Ireland sempat digadang-gadang sebagai salah satu gelandang serang masa depan yang berpotensi besar. Di musim 2008 / 2009, Ireland mencetak sembilan gol untuk Manchester City, namun cedera dan inkonsistensi permainan membuat pemain asal Irlandia itu dilego ke Aston Villa, dan kemudian Stoke hingga saat ini. Sejak tahun lalu, Ireland belum dimainkan satu kalipun oleh Stoke di Liga Primer Inggris, dan penampilan terakhirnya adalah ketika The Potters disingkirkan Coventry dari ajang Piala FA. Satu-satunya ‘prestasi’ yang bisa dibanggakan Ireland mungkin adalah saat wajahnya terus ‘terabadikan’ di dalam seri game sepakbola populer PES dan FIFA selama bertahun-tahun (bukan memakai wajah pemain palsu), sejak berkostum Manchester City hingga saat ini.

 

1. Leonardo Ulloa (Leicester City)

Dua musim silam, agaknya cukup mudah untuk membayangkan Leonardo Ulloa bermain rutin di Liga Champion dan juga tim nasional negaranya karena penampilan hebatnya sebagai supersub yang membuat The Foxes berhasil merengkuh gelar juara Liga Primer Inggris nan prestisius. Sayangnya, tak berapa lama setelah tertangkap banyak kamera mencium piala dengan sumringah, Ulloa malah lebih sering diberitakan berseteru dengan pihak klub hingga ‘dibekukan’ dari tim inti. Kini, pemain Meksiko berusia 31 tahun itu tak pernah terlihat lagi sama sekali di lapangan ketika Leicester bermain; bahkan namanya tidak masuk daftar cadangan kala Leicester bermain imbang melawan Fleetwood di ajang Piala FA pekan silam. Mengenaskan!

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top