EURO 2016

Ancelotti: Piala Eropa Bisa Dimiliki Tim yang Mengusung Serangan Balik

Carlo Ancelotti memperkirakan pada gelaran Piala Eropa 2016 nanti, akan menjadi milik tim yang lebih mengandalkan serangan balik. Hal itu berkaca pada kesuksesan yang telah diraih oleh Leicester City serta Atletico Madrid.

Leicester City memang telah menjalani musim dengan memukau pada Liga Premier Inggris musim 2015/2016 kemarin. Telah diprediksi akan kembali berada di zona degradasi, tetapi Leicester City justru mampu menjadi kejutan besar dan berhasil memenangi gelar Liga Premier Inggris.

Sementara itu, Atletico Madrid yang kembali berhasil lolos menuju partai final Liga Champions dimana sebelumnya mereka telah melakukannya pada dua musim yang lalu. Namun, lagi-lagi mereka harus mengakui keunggulan rival sekota mereka, Real Madrid pada partai final. Sama seperti dua tahun silam, Atletico Madrid pun kalah dari Real Madrid di partai puncak. Sementara itu, di kancah Liga, Atletico Madrid juga sempat menjadi kandidat juara meskipun akhirnya harus puas finish di peringkat ketiga.

Meskipun memiliki hasil yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kesamaan dalam pendekatan bermain. Kedua tim sama-sama telah mengandalkan serangan balik serta kegigihan untuk menahan serangan yang dilakukan oleh tim lawan. Leicester City dan Atletico Madrid sama-sama gemar membiarkan tim lawan lebih menguasai penguasaaan bola.

“Ketika melihat yang telah terjadi pada musim liga di sejumlah Negara sepakbola terbesar di Eropa, kemudian menuju turnamen yang akan berlangsung di Prancis dalam waktu enam pekan kedepan, saya pun yakin bahwa Piala Eropa 2016 itu bisa menjadi sebuah turnamen yang begitu cocok dengan satu gaya permainan. Bisa saja ini menjadi turnamen sepakbola yang lebih mengedepankan serangan balik,” ungkap pelatih yang berasal dari Italia tersebut kepada Telegraph.

“Kita lihat saja bagaimana yang telah dilakukan oleh Leicester City sehingga mereka bisa memenangi Liga Premier Inggris pada musim ini melalui skema serangan balik ketika menghadapi lawannya, dengan kecepatan serta agresi. Dan hal yang sama pun juga bisa dikatakan mengenai Atletico Madrid. Dimana mereka mampu mencapai lagi laga final Liga Champions dengan pendekatan yang membiarkan lawan untuk menguasai bola dan kemudian mereka menyerang dengan sangat cepat saat penguasaan bola telah berbalik,” jelas pelatih baru Bayern Munchen itu sebagaimana yang telah dikutip dari Soccerway.

Pelatih yang berusia 56 tahun itu juga percaya bahwa cara bermain yang demikian akan lebih mudah untuk bisa diterapkan serta dipahami oleh para pemain timnas. Sebab waktu yang relatif singkat untuk bisa membangun pemaham bermain dengan skuat baru.

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top