BERITA BOLA

Anak Sakit Keras, Leonardo Bonucci Nyaris Tinggalkan Sepakbola

Bek andalan Juventus Leonardo Bonucci mengisahkan masa kelam kala anak lelaki kesayangannya mengidap penyakit parah. Pemain berusia 29 tahun ini pun mengaku hampir saja meninggalkan lapangan hijau akibat stres dan kegundahan yang mendalam.

Sungguh sulit sekarang bagi suporter Juventus bila membayangkan tim mereka tanpa keberadaan Leonardo Bonucci untuk mengamankan lini belakang. Pemain kharismatik itu merupakan salah satu bek tengah terbaik saat ini, baik di Italia maupun di dunia. Namun ternyata, belum lama ini Bonucci sempat berpikir untuk berhenti dari sepakbola karena puteranya menderita sakit parah dan nyaris fatal.

Kepada Football Italia, Bonucci mengaku bahwa ‘kepalanya tidak berada di tempatnya’ selama beberapa bulan saat anaknya, Matteo Bonucci, harus dirawat di rumah sakit. “Kepala inilah yang menggerakkan kaki (saya). Selama 15 hari setelah dia (Matteo) dioperasi hingga menunjukkan perkembangan berarti, saya tidak tertarik untuk pergi berlatih atau melakukan apapun yang berkaitan dengan sepakbola” tutur Bonucci.

“Saya selalu benci rumah sakit dan mencoba menghindarinya, namun saat itu saya harus berada di sana dan saya kesulitan untuk menjaga diri tetap tenang” lanjut dia.

Untungnya, Matteo kini sudah sembuh dari penyakit parah tersebut. “Matteo sudah lebih sehat sekarang dan keluarga kami lebih menyatu lagi dari sebelumnya” kata pemain yang kabarnya sangat diminati Manchester City tersebut.

Bonucci juga mengaku sudah berpikir untuk menghentikan karir sepakbolanya saat itu. “Ya, saya berpikir untuk berhenti. Sepakbola hanyalah tidak menjadi prioritas saya kala itu. Anda melihat anak anda memiliki segalanya untuk hidup dan melontarkan begitu banyak pertanyaan tentang mengapa ini terjadi padanya…dan anda tak punya jawaban” sahutnya getir. “Prioritas berubah saat itu, namun sekarang saya mengatakan diri saya beruntung. Semua yang saya lakukan datang dari hati terdalam saya” tuturnya.

“Pagi ini, Matteo tidur di ranjang kami dan bangun dengan senyum mengembang di wajahnya. (Di saat itulah) anda sadar, itu adalah kemenangan yang terhebat” pungkasnya.

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top