BERITA BOLA

Akhir Petualangan Sang Caretaker Leicester City

Leicester City baru saja resmi mengumumkan pemecatan manajer tim, Craig Shakespeare menyusul penampilan buruk tim berjuluk The Foxes tersebut di awal musim ini. Ironisnya, Shakespeare juga ditunjuk pada akhir musim lalu sebagai ‘caretaker’ setelah Claudio Ranieri dicopot dari jabatannya.

Bayang-bayang keperkasaan Leicester City sebagai penguasa Liga Primer Inggris dua musim lalu nyaris tak kelihatan lagi saat ini. The Foxes terseok di posisi 18 klasemen sementara dan baru satu kali meraup poin penuh. Sejumlah pengamat menganggap keputusan tersebut sedikit terburu-buru karena mereka tinggal selangkah lagi untuk berpotensi meraih kemenangan di akhir pekan ini karena ‘hanya’ berhadapan kontra West Bromich Albion.

“Craig telah menjadi pelayan yang hebat bagi Leicester City – semasa menjabat sebagai asisten manajer dan mengambil alih posisi manajer di bulan Februari silam. Dedikasinya kepada klub dan pekerjaaannya telah mutlak dan kontribusinya terhadap periode tersukses Leicester City patut dipertimbangkan” demikian kutipan pernyataan Presiden Leicester City Aiyawatt Srivaddhanaprabha mengomentari pemutusan hubungan kerja klub dengan Shakespeare. “Kendati demikian, awal yang menjanjikan di bawah manajemen Craig tidak menjadi konsisten di beberapa bulan setelahnya dan Dewan Direksi merasa bahwa, dengan penuh penyesalan, sebuah perubahan harus dilakukan untuk membuat klub tetap berjalan ke depan – secara konsisten dengan ekspektasi jangka panjang dari suporter, Dewan dan pemilik” tukas pengusaha asal Thailand itu.

Craig Shakespeare mengambil alih posisi interim sebagai pelatih dari Claudio Ranieri yang membawa Leicester meraih gelar juara. Juru taktik asal Italia tersebut juga secara kontroversial diberhentikan dari jabatannya di bulan Februari 2017 akibat performa tim yang jeblok.

Di bawah kepemimpinan Shakespeare, Leicester berhasil mempertahankan diri di Liga Primer Inggris dan sempat melaju jauh di kancah Liga Champion sebelum ditekuk Atletico Madrid di babak perempat final. Namun sayang di musim ini, sang Caretaker tak mampu mengulangi hal tersebut sehingga harus kehilangan posisinya.

Comments
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top