BERITA BOLA

Akhir Bahagia ‘Si Terbaik Ketiga’ Liga Belanda

Setelah sekian lama harus rela dicap sebagai tim ‘peringkat tiga’, Feyenoord Rotterdam akhirnya benar-benar membuktikan kualitas dengan keluar sebagai juara Eredivisie Belanda. Nyaris dua dekade penantian para fans klub tersebut akhirnya berbuah manis saat Dirk Kuyt dan rekan-rekannya mengangkat piala dibarengi sorak sorai gegap gempita dan taburan konfeti yang berkilau indah.

Dirk Kuyt, Si Tua Tua Keladi

Bicara tentang Dirk Kuyt, pemain veteran Oranje itu memang menunjukkan kualitas sebagai pemain jempolan. Dialah yang menjadi penentu kemenangan Feyenoord di pertandingan terakhir dengan bukan hanya satu gol, melainkan 3 yang ia lesakkan ke gawang Heracles Almeo. 3 poin tersebut jugalah yang memastikan Feyenoord bertahan di puncak klasemen setelah musim panjang yang melelahkan dan ketat hingga akhir. Kuyt tampir di 31 dari 34 pertandingan yang dilakoni Feyenoord di Eredivisie musim ini. Mantan punggawa Liverpool itu tercatat hanya absen di partai menghadapi PSV Eindhoven, AZ Alkmaar dan Vitesse Arnhem.

Giovanni van Bronckhorst, dari pemain hebat ke pelatih jempolan

Keberhasilan Feyenoord tahun ini juga tak lepas dari kepiawaian pelatih Giovanni van Bronckhorst. Pria berdarah Ambon itu berhasil mempersembahkan gelar kedua bagi tim kebanggaan kota Rotterdam tersebut setelah musim lalu juga membawa mereka menjuarai Piala Belanda. Van Bronckhorst berhasil meracik skuad yang di atas kertas biasa-biasa saja menjadi trengginas di lapangan. Buktinya striker Feyenoord, Nicolai Jorgensen juga menjadi pemain tersubur Liga Belanda musim ini dengan torehan 21 gol.

Nicolai Jorgensen, ‘Dinamit’ Baru Denmark?

Hal ini tentunya bukan perkara mudah, mengingat Liga Belanda dikenal memiliki dua tim yang amat dominan di era millenium, yakni Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven. Terakhir kali Feyenoord mampu meraih gelar juara Liga adalah di tahun 1998 silam, setelahnya, selama 18 tahun, mereka harus rela melihat dua nama di atas bergantian menguasai puncak klasemen. Namun kerja keras dan usaha pantang menyerah hingga titik penghabisan terbukti ampuh untuk meredam nama besar para pesaing tim yang bermarkas di Stadion De Kuip tersebut. Di musim depan, Feyenoord juga mendapat kesempatan untuk membuktikan diri lebih lanjut di ajang Liga Champion, dan bukan tak mungkin bagi mereka untuk menciptakan kejutan menyenangkan lainnya.

Selamat!!

 

Facebook Comments

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top